Kamis, 12 Maret 2020

PENTINGNYA BELAJAR ICT

PENTINGNYA BELAJAR ICT




 Mengapa penting? Sebab dalam pelajaran ICT anak-anak akan diajarkan menjadi seorang produsen pengetahuan di bidang Teknologi komunikasi, dan informasi. Mereka akan mampu memanfaatkan ICT dalam kehidupan sehari-hari. Akan banyak proggamer muda lahir, dan akan banyak anak muda yang mampu menggunakan internet secara sehat. Mereka tidak lagi menjadi konsumen tetapi sudah menjadi produsen. Sayangnya, ini kurang dipahami oleh para penentu kebijakan di bidang pendidikan. Mereka anggap ICT hanya sebagai sebuah alat saja.

Semoga pemerintah kita tetap mempertahankan pelajaran ICT di sekolah. Untuk melahirkan generasi emas Indonesia dibutuhkan anak bangsa yang mampu menciptakan informasi dan menjadi produsen pengetahuan di bidang ICT. Mata pelajaran ICT seharusnya bukan hanya dintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran seperti yang sudah dilakukan saat ini, tetapi juga menjadi pelajaran tersendiri dalam kurikulum kita. Bila matpel ICT dihilangkan, bukan hanya anak-anak yang dirugikan, tetapi juga guru pengajar ICT yang sudah bersertifikasi guru profesional. Mereka menjadi tidak jelas pekerjaannya, sebab  pemerintah nampaknya hendak menggiring guru ICT menjadi guru mata pelajaran prakarya, dan bukan lagi guru ICT yang mampu mengembangkan diri dalam Pusat Sumber Belajar (PSB) di sekolah.


SALAM BLOGGER 

Kamis, 05 Maret 2020

aku ingin menjadi dokter


          AKU INGIN MENJADI DOKTER

    Sejak duduk dibangku SD aku belum tahu kelak aku ingin jadi apa. Banyak cita-cita yang terlintas di fikiran ku, tapi tak ada satupun yang menarik perhatian ku. Setelah masuk ke bangku SMP, aku berfikir ingin menjadi seorang dokter. Entahlah bagaimana dan berawal dari mana sehingga aku ingin menjadi dokter.

Tiap aku ke rumah sakit atau puskesmas aku selalu memperhatikan dokter yang memeriksaku. Subhanallah, betapa mulianya seorang dokter yang berusaha menyembuhkan pasiennya dan betapa bangganya ke dua ortunya yang melihat anaknya sekarang telah menjadi dokter.

Terlintas di benakku apakah suatu saat nanti ku bisa duduk di kursi itu untuk menggantikannya, dan bisakah aku menggunakan jas putih berlambangkan kesehatan itu di hari kelak. Y’allah ku ingin menjadi seorang dokter, ku ingin bahagiakan kedua orang tua ku, ku ingin kelak menggunakan seragam putih itu.